Senin, 20 Maret 2017

Mulutmu, Harimaumu

Diposting oleh Unknown di 19.14


Apakah kau pernah mendengar, atau mengucapkan kalimat yang ditujukan kepada seseorang seprti berikut?

"Sebenarnya, hatinya baik, jadi tak usah hiraukan jika ia berkata-kata yang tajam."
atau,
"Kata-katanya saja yang menusuk, tapi sebenarnya hatinya baik."

Kawan, “Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencela, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berbuat/berkata-kata keji, dan orang yang berkata-kata kotor/jorok” (HR Bukhori, Ahmad, Al-Hakim, dan Turmudziy dari Ibnu Mas’ud).

Lalu, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia mengucapkan kata-kata yang baik atau diam” (HR Bukhari Muslim).

Lantas, jika menemukan orang yang mengaku “berhati baik” tapi pada kenyatannya, ia sering berkata-kata “tajam” dan berindikasi menyakiti hati orang, itu masih perlu dipertanyakan. Bahkan bisa jadi bertumpuk-tumpuk kebaikan yang ia lakukan, pada akhirnya terkikis menipis habis karena kata-katanya yang mengiris pedis bikin hati menangis!

Kawan, "Tidak istiqomah iman seseorang sebelum istiqomah hatinya, dan tidak akan istiqomah hatinya sebelum istiqomah lisannya"(HR Ahmad).

Allah juga menegaskan, "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.Yaitu ketika kedua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." [Qâf/50:16-18]

Jangan sampai, kebaikan-kebaikan yang kita lakukan sepanjang hidup, menjadi tak berarti karena ketajaman lidah kita….

Wallahu a’lam.

#salamsugar_MariaTeduh

0 komentar:

Posting Komentar

 

Q Saraswati © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor